Di tengah padatnya kawasan perkotaan, semakin banyak masyarakat mulai memanfaatkan balkon rumah, rooftop, hingga halaman sempit untuk menanam sayuran sendiri. Urban farming kini berkembang bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai solusi ketahanan pangan yang semakin relevan di tengah tantangan perubahan iklim, urbanisasi, dan keterbatasan lahan.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan sehat dan berkelanjutan juga terus meningkat. Tidak sedikit keluarga di perkotaan mulai menanam cabai, tomat, sayuran daun, hingga tanaman hortikultura lainnya sebagai langkah sederhana untuk menghadirkan pangan segar dari rumah sendiri.
Melihat perkembangan tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI bersama PT East West Seed Indonesia (EWINDO) resmi meluncurkan Program LESTARI KOTA, sebuah program edukasi urban farming yang menghadirkan pelatihan, praktik budidaya tanaman, serta pendampingan berkala untuk mendorong masyarakat lebih dekat dengan pertanian perkotaan.
Program ini menjadi salah satu langkah kolaboratif dalam memperkuat ketahanan pangan perkotaan sekaligus membangun kesadaran bahwa sistem pangan masa depan dapat dimulai dari lingkungan terdekat.
Urban Farming Semakin Relevan di Tengah Tantangan Pangan Kota
Urban farming atau pertanian perkotaan merupakan praktik budidaya tanaman di wilayah kota dengan memanfaatkan lahan terbatas secara produktif. Metode ini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan seperti hidroponik, vertical garden, rooftop farming, polybag, maupun kebun rumah sederhana.
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap sistem pangan global, urban farming menjadi solusi yang semakin penting karena membantu masyarakat:
- memanfaatkan ruang sempit secara produktif,
- mendapatkan akses sayuran segar,
- membangun kemandirian pangan keluarga,
- serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, urban farming juga mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan yang ingin hidup lebih sehat dan dekat dengan sumber pangan mereka sendiri.
Program LESTARI KOTA Hadirkan Edukasi Urban Farming yang Praktis dan Berkelanjutan
Program LESTARI KOTA dirancang sebagai program edukasi berbasis praktik yang menghadirkan pengalaman belajar langsung melalui proses menanam hingga panen. Program ini berlangsung mulai April hingga Agustus 2026 dan menghadirkan berbagai kegiatan seperti:
Seluruh kegiatan dilaksanakan di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura dengan memanfaatkan area kebun dan fasilitas yang tersedia sebagai sarana pembelajaran langsung di lapangan. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga terlibat dalam proses penanaman, perawatan tanaman, hingga panen. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun pemahaman bahwa urban farming dapat diterapkan secara sederhana dan relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kota.
Potensi Urban Farming di Indonesia Terus Bertumbuh
Perkembangan urban farming di Indonesia menunjukkan tren yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, jumlah Usaha Pertanian Perorangan Urban Farming tercatat sebanyak 13.019 unit. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa pada tahun 2023 urban farming menghasilkan:
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2022 yang menghasilkan 65.215 ton hortikultura. Data ini menunjukkan bahwa pertanian perkotaan memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional, terutama di wilayah kota dengan keterbatasan lahan. Dengan dukungan inovasi budidaya, edukasi, dan penggunaan varietas unggul yang tepat, urban farming berpotensi menjadi bagian penting dari sistem pangan berkelanjutan di masa depan.
EWINDO Dorong Urban Farming yang Mudah Diakses Masyarakat
Dalam Program LESTARI KOTA, EWINDO tidak hanya menghadirkan benih unggul, tetapi juga pendekatan budidaya yang adaptif terhadap kondisi perkotaan. Mulai dari pemilihan varietas tanaman, metode budidaya sederhana, hingga pendampingan berkelanjutan, seluruh pendekatan dirancang agar masyarakat dapat lebih mudah memulai urban farming dari rumah masing-masing.
Melalui Program LESTARI KOTA, EWINDO juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi yang lebih dari sekadar benih. Tidak hanya menyediakan produk hortikultura, EWINDO turut mendorong lahirnya ekosistem pembelajaran, praktik budidaya, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan yang dimulai dari lingkungan terdekat.
Bagi EWINDO, inovasi pertanian bukan hanya tentang meningkatkan hasil panen, tetapi juga tentang membuka akses pengetahuan, membangun kemandirian pangan, dan menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat di tengah tantangan pangan masa depan.
“Program LESTARI KOTA merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya relevan bagi petani, tetapi juga bagi masyarakat luas, termasuk di wilayah perkotaan. Melalui pendekatan yang praktis dan mudah diterapkan, kami ingin menunjukkan bahwa setiap orang dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan, dimulai dari lingkungan terdekat,” ujar Faisal Reza, Corporate Secretary EWINDO.
Melalui berbagai inisiatif edukasi dan pendampingan, EWINDO percaya bahwa kontribusi di sektor pertanian tidak berhenti pada benih, tetapi juga pada bagaimana pengetahuan, akses, dan praktik budidaya dapat tumbuh bersama masyarakat.
Cara Memulai Urban Farming di Rumah
Urban farming dapat dimulai dengan langkah sederhana dan tidak harus menggunakan lahan luas. Berikut beberapa cara memulai urban farming di rumah:
Dengan pendekatan yang tepat, lahan terbatas di perkotaan tetap dapat menjadi ruang produktif untuk menghasilkan pangan segar bagi keluarga.
Urban Farming Bukan Sekadar Tren, Tetapi Investasi Masa Depan
Urban farming kini berkembang menjadi gerakan yang tidak hanya berkaitan dengan pertanian, tetapi juga tentang kesehatan, keberlanjutan lingkungan, dan kemandirian pangan masyarakat kota. Menanam sayuran sendiri membantu masyarakat lebih dekat dengan sumber pangan yang sehat dan segar. Selain itu, aktivitas berkebun juga dapat menjadi sarana edukasi keluarga, mempererat hubungan komunitas, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan produktif. Di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi gangguan rantai pasok pangan global, kemampuan memproduksi pangan secara mandiri menjadi semakin penting. Karena itu, urban farming bukan hanya tentang menanam sayur, tetapi tentang membangun masa depan pangan yang lebih sehat, hijau, dan berkelanjutan dimulai dari rumah sendiri.
Ketahanan pangan masa depan mungkin tidak selalu dimulai dari lahan yang luas, tetapi dari langkah kecil masyarakat yang mulai menanam di rumah sendiri. Melalui Program LESTARI KOTA, kolaborasi antara Direktorat Jenderal Hortikultura dan EWINDO diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mulai menanam, memahami pentingnya sistem pangan berkelanjutan, serta menjadikan urban farming sebagai bagian dari kehidupan perkotaan di masa depan.