PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

WIDURI

WIDURI
Nomor SK Kementan: 352/Kpts/SR.120/5/2006
Rekomendasi Dataran: Menengah - Tinggi
Ketahanan Penyakit*: Karat daun
Umur Panen (HST)*: 45 - 50
Bobot per Buah (g)*: 7 - 8
Potensi Hasil (ton/ha)*: 16 - 20
PVT:

*) Ketahanan penyakit, umur panen, bobot dan potensi hasil tergantung pada lingkungan dan perlakuan budidayanya.

Untuk dataran menengah - tinggi, warna polong  hijau, panjang 15 - 20 cm, diameter 7 - 8 mm, bentuk gilig, rasa manis, umur panen 45 - 50 HST, warna benih hitam, tahan karat daun, potensi hasil 20 - 30 ton/ha

A. PERSIAPAN LAHAN
Budidaya buncis tidak memerlukan persemaian. Lahan yang digunakan dapat berupa tegalan atau sawah bekas padi.
Ada dua jenis sistem penanaman :
1. Sistem Guludan
Guludan dibuat dengan lebar dasar 40-50 cm, lebar atas 30-40 cm dengan tinggi 30 cm dan jarak antar guludan   30-40 cm.
Tambahkan pupuk kandang 10-20 ton/hektar, aduk rata dengan guludan dirapikan.
Sistem ini cocok untuk lahan sawah yang cukup air.
2. Sistem Bedengan
Bedengan dibuat dengan lebar 60-80 cm, jarak antar bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, dan panjang sesuai lahan.
Tambahkan pupuk kandang 10-20 ton/hektar, aduk rata dan bedengan dirapikan.
Sistem ini cocock untuk lahan tegalan.

B. PENANAMAN
Lubang tanam dibuat dengan tugal, jarak tanam 20 x 30 cm atau          30 x 40 cm. Pupuk dasar diberikan disamping lubang tanam berupa pupuk  TSP 15 g/lubang, dan KCL 100 kg/ha. Masukan benih buncis       2 butir per lubang tanam, kemudian ditutup dengan tanah tipis atau abu sekam padi atau abu dapur.

C. PEMELIHARAAN
1. PENGAIRAN
Pada fase awal perkecambahan hingga tanaman muda sangat memerlukan air, apabila tidak hujan penyiraman harus setiap hari. Fase selanjutnya harus memperhatikan musim, asal tanah tidak kering atau becek.
Benih buncis akan mulai berkecambah 4-7 hari kemudian, benih yang tidak tumbuh harus segera diganti dan penyulaman paling akhir 14 hari setelah tanam agar pertanaman seragam.

2. PEMASANGAN AJIR DAN PENYIANGAN
Pemasangan ajir dilakukan pada saat tanaman berumur 7-10 HST. Bahan lanjaran dapat dari belahan bambu dengan tinggi antara 1,5 M sampai 2 M. Adapun cara pemasangan ajir dengan cara dipasang dibagian samping tanaman serta turus yang dibutuhkan adalah sekitar 30.000 batang per hektar. Tanaman harus dirambatkan pada ajir dan diikat beberapa bagian agar tidak menjalar kemana - mana.
Daerah disekitar tanaman harus terbebas dari rumput - rumputan atau gulma dengan cara penyiangan yang dapat dilakukan 2-3 minggu setelah tanam.

3. PEMUPUKAN SUSULAN & PEMANGKASAN
Pemberian pupuk susulan dilihat pada kondisi tanaman, bila terlalu subur pembuahan akan kurang. Pemberian pupuk dilakukan 2 kali dengan cara ditugal pada usia 14 HST dan pada usia 45 HST. Adapun total kebutuhan susulan adalah sebagai berikut:
NPK Phonska sekitar 300 kg
Pupuk SP-36 sekitar 150 kg
Pupuk KCL sekitar 150  kg
Pada saat yang sama tanaman yang terlalu rimbun perlu dipangkas. Daun - daun tua dan pucuk-pucuk yang tidak perlu, dipangkas untuk merangsang pembungaan. Apabila terjadi serangan serangga dan ulat, segera semprot dengan insektisida kontak.

D. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama yang sering mengganggu tanaman buncis adalah ulat grayak, ulat penggerek polong, kutu daun dan lalat buah. Penanggulanagan hama ini bisa menggunakan insektisida seperti Curacron, Kanon, Matador, Regent dan lain-lain dengan dosis 1 – 2 ml per liter.
Adapun penyakit yang banyak dijumpai pada buncis adalah karat daun (rust), bercak daun Cercospora, layu fusarium & layu bakteri. Untuk bercak dan karat daun biasanya disemprot dengan fungisida Antracol, Dithane, Ridomyl Gold dan Manzate dengan dosis 1 – 2 gram per liter. Sementara untuk layu bakteri (BW /Bacterial wilt) bisa dikocorkan Bacterisida seperti Agrept, Agrimicyn, Bactomicyn dll.
Selan itu penyakit terkini yang sering menyerang tanaman buncis adalah keriting daun yang disebabkan oleh virus BCMV (Bean Common Mozaic Virus). Pengendalian hama penyakit dilakukan sebanyak 4 kali penyemprotan.
Volume penyemprotan :
1. Saat umur   7 HST =   8 tangki 15 liter
2. Saat umur 20 HST = 12 tangki 15 liter
3. Saat umur 30 HST = 16 tangki 15 liter
4. Saat umur 40 HST = 20 tangki 15 liter

E. PEMANENAN
Karena umurnya cukup genjah, buncis bisa mulai dipanen saat tanaman berumur 43 HST. Buah yang dipanen adalah buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Apabila terlalu tua, akan muncul biji. Jumlah petikan/panen bisa mencapai 15 – 20 kali panen dan interval panen 2 hari sekali. Produksi total bisa mencapai 40 – 45 ton per hektar.

 

Produk Kami