PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

TURANGGA F1

TURANGGA F1
Nomor SK Kementan: 857/Kpts/TP.240/7/99 (FORTUNA)
Rekomendasi Dataran: Rendah - Menengah
Ketahanan Penyakit*: Bw
Umur Panen (HST)*: 50 - 55
Bobot per Buah (g)*: 100 - 120
Potensi Hasil (ton/ha)*: 60 - 90
PVT: -

*) Ketahanan penyakit, umur panen, bobot dan potensi hasil tergantung pada lingkungan dan perlakuan budidayanya.

Terong panjang hijau hibrida untuk dataran rendah -  menengah, warna buah hijau muda, panjang  22-25 cm, bobot 150-200 g/buah, vigor baik, mulai panen 50 - 55 HST umur produksi mencapai 12 buah/tanaman, 60 - 90 ton/ha

A. PERSIAPAN LAHAN
Tanah dibajak dengan traktor, kemudian disisir. Pengolahan tanah kedua dilakukan dengan membuat bedengan sementara dengan lebar ±110 cm, jarak antar bedengan minimal 50 cm.
Pupuk kandang dan kapur pertanian ditabur diatas permukaan tanah dua minggu sebelum tanam dengan kebutuhan untuk luasan bedengan 25 m2:
Pupuk kandang ayam    : 100 kg
Kapur pertanian        : 10 kg
Pupuk dasar berupa NPK, ZA, Superphos dan KCl dengan perbandingan 5 : 2 : 4 : 5. Tambahkan 20 kg Carbofuran kedalam 800 kg campuran pupuk dasar. Campuran pupuk dasar diberikan sepuluh hari sebelum tanam dengan kebutuhan untuk luas bedengan 25 m2 (± 84 populasi) sebanyak 10 kg campuran pupuk di atas. Setelah itu bedengan langsung ditutup mulsa. Penggunaan mulsa plastik warna hitam untuk lapisan bawah dan warna perak untuk lapisan atas. Pemasangan mulsa plastik ini sebaiknya dilakukan pada siang hari sewaktu matahari sedang terik-teriknya sehingga mulsa plastik dapat ditarik dan dikembangkan secara maksimal.

B. PERSEMAIAAN
Benih terong termasuk agak lambat berkecambah, maka sebelum semai benih sebaiknya direndam dengan air yang dicampur fungisida 1,5 ml/l dan bakterisida 1 – 1,5 g/l atau dengan air hangat kuku (35oC – 40oC) selama ½ jam . Setelah direndam benih ditiriskan kemudian disemai pada pot tray atau mini polybag dengan diameter  5 cm, bisa dibuat dari plastik es yang dipotong - potong atau daun pisang dengan  media semai berupa tanah kering dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1. Benih berkecambah setelah umur 7 – 10 hari setelah semai.

C. PENANAMAN
Bibit yang dipilih adalah yang sehat dan telah berumur 20 - 25 hari setelah semai. Sebelumnya bibit disiram agar tanah tetap utuh saat pindah tanam. Waktu penanaman sore hari dengan cara melepaskan bibit dari polybag dan usahakan tanahnya tetap utuh.  Jarak tanam dalam barisan 50 cm dan antar barisan 70 – 80 cm.

D. PEMELIHARAAN
1.  Pemupukan
Pupuk susulan diberikan dengan sistem kocor, dengan dosis 1 ember (13 L) air untuk 50 tanaman ditunjukkan pada tabel berikut :

7 HST = NPK 16:16:16 205 G/TAN; KNO3 MERAH 85 G/TAN;
14 HST = NPK 16:16:16 230 G/TAN; KNO3 MERAH 90 G/TAN;
21 HST = NPK 16:16:16 250 G/TAN; KNO3 MERAH 100 G/TAN;
28 HST = NPK 16:16:16 275 G/TAN; KNO3 MERAH 105 G/TAN;
35 HST = NPK 16:16:16 300 G/TAN; KNO3 MERAH 115 G/TAN;  
42 HST = NPK 16:16:16 200 G/TAN; KNO3 PUTIH 200 G/TAN;
49 HST = NPK 16:16:16 215 G/TAN; KNO3 PUTIH 215 G/TAN;
Larutan pupuk disiramkan 1 gelas (± 240 ml) pada tiap tanaman.

2. Perempelan
Perempelan dilakukan dengan menghilangkan tunas bakal percabangan yang keluar di ketiak daun (tunas/cabang air) di bawah cabang “V” dengan menggunakan tangan yang bersih. Sisakan 2 – 3 tunas/cabang secara selektif yang paling sehat. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari ketika batang atau tunas tersebut masih mudah dipatahkan.
   
3. Perlakuan tanaman
Pemasangan ajir atau turus dilakukan setelah tanaman selesai ditanam di bedengan. Tinggi ajir atau turus yang digunakan adalah 1,5 - 2 meter, bagian bawah yang dimasukkan ke dalam tanah 25 cm. Ajir atau turus dipasang miring ke luar (model “V”).  Pemasangan ajir dilakukan di setiap tanaman dengan jarak sekitar 10 cm dari batang tanaman. Setelah ajir atau turus dipasang, tanaman harus segera diikatkan di ajir atau turus tersebut dengan menggunakan tali rafia. Cara mengikatnya menggunakan simpul yang berbentuk angka delapan (“8”). Pengikatan tanaman dilakukan pertama kali di batang. Namun, setelah tanaman mengalami penambahan tinggi, pengikatan dilakukan di percabangan pertama.  


E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Pengendalian hama dan penyakit yang diterapkan bersifat preventif dengan menyemprotkan pestisida secara teratur. Penyemprotan mulai dilakukan pada umur tanaman ± 1 MST menggunakan pestisida sesuai sasaran hama/penyakit & konsentrasi/dosis anjuran dengan jarak waktu semprot (interval penyemprotan) 4 hari. Penyemprotan dilakukan lebih intensif lagi jika terjadi hujan.

F. PEMANENAN
Terong dipanen saat buah masih muda, mulai dapat dipanen pada umur 50 – 55 hari setelah tanam. Kriteria buah yang baik adalah dagingnya belum keras dan warna buah mengkilat. Waktu yang paling tepat untuk melakukan pemanenan adalah pagi atau sore hari sehingga buah tetap segar. Pemanenan dapat dilakukan seminggu dua kali. Potensi hasil per tanaman mencapai 21 buah atau 55 – 65 ton/ha.

Produk Kami