PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

TOSAKAN

TOSAKAN
Nomor SK Kementan: 253/Kpts/TP.240/5/2000
Rekomendasi Dataran: Rendah
Ketahanan Penyakit*:
Umur Panen (HST)*: 25 - 30
Bobot per Buah (g)*: -
Potensi Hasil (ton/ha)*: 20 - 25
PVT: -

*) Ketahanan penyakit, umur panen, bobot dan potensi hasil tergantung pada lingkungan dan perlakuan budidayanya.

Caisim untuk dataran rendah, produksi tinggi, lambat berbunga, batang tegak, daun tebal, renyah, agak berserat, toleran HPT, panen 25 - 30 HST, 20 - 25 ton/ha.

A. PERSIAPAN LAHAN
Pengolahan lahan dilakukan agar aerasi, drainese tanah baik serta membunuh organisme pengganggu tanaman. Tanah dicangkul dan langsung dibuat bedengan sementara. Di atas bedengan disebar pupuk kandang sebanyak 2 - 4 kg / m², pupuk SP-36 sebanyak 15 g / tanaman  KCL 15 g / tanaman lalu di tutup tanah kembali dan dibuat bedengan dengan ukuran 1 m tinggi 30 cm dan lebar drainase 40 cm. Setelah bedengan rapi, kalau menggunakan mulsa plastik bedengan ditutup dengan mulsa plastik dan dibuat lubang tanam dengan jarak tanam 60 cm x 50 cm.

B. PERSEMAIAAN
Media semai yang digunakan berupa tanah gembur dan pupuk kandang / kompos yang halus dengan perbandingan 1 : 1 media diisikan pada polybag atau bak khusus untuk persemaian dan media diusakan basah, benih yang telah direndam siap untuk disemaikan. Dalam pesemaian bibit siap ditanamkan pada usia 20 – 23 HSS (Hari Setelah Semai).

C. PENANAMAN
Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari, pada saat tanam bibit dipilih terlebih dahulu yang sehat dan vigor. Jika kondisi panas selama satu minggu penyiraman dilakukan satu atau dua hari sekali. Penyulaman dilakukan jika ada tanaman yang mati atau pertumbuhan yang kurang normal.

D. PEMELIHARAAN
Untuk mendapatkan hasil yang optimal caisim/pakchoi perlu diberikan pupuk susulan sesuai dengan kebutuhan dan usia tanaman, jenis pupuk dan dosis yang diberikan pada tanaman caisim/pakchoi adalah sebagai berikut :
14 HST 5 gr / tanaman ( NPK )
30 HST 5 gr / tanaman ( NPK )
Bisa dilakukan dengan dikocorkan atau ditugal disesuaikan dengan kondisi cuaca.

E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Ulat daun tanah ( Agrotisipsilon )
Pengendalian dengan cara mekanis agak sulit dilakukan karena hama ini kalau siang hari bersembunyi didalam tanah. Penyemprotan dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Beta siflutrin dosis 1 – 2 ml / liter.

2. Ulat grayak (Spodoptera litura dan Spodoptera exigua)
Pengendalian dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif Sipermetrin  dengan dosis 1 – 2  ml/ liter.

3. Penyakit Akar Gada
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae pada siang hari tampak layu namun untuk pagi dan sore hari tampak segar. Pengendalian penyakit ini bisa menggunakan fungisida berbahan aktif flusulfamid 200 kg / ha.

F. PEMANENAN
Tanaman mulai dapat di panen pada usia 30 – 35 HST. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara dipotong pada pangkal batangnya dan sertakan 2 - 3 daun paling bawah yang sudah tua dan kering dibuang.

Produk Terkait

Produk Kami