PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

PM 126 F1

PM 126 F1
Nomor SK Kementan: 566/Kpts/SR.120/9/2006
Rekomendasi Dataran: Rendah
Ketahanan Penyakit*: Br, Sr, Dm
Umur Panen (HST)*: 45 - 50
Bobot per Buah (g)*: -
Potensi Hasil (ton/ha)*: 14 - 18
PVT: -

*) Ketahanan penyakit, umur panen, bobot dan potensi hasil tergantung pada lingkungan dan perlakuan budidayanya.

Blum kol/kol bunga hibrida untuk dataran rendah, tanaman vigor, sangat toleran panas, cocok untuk tanah berpasir, lebih tahan serangan busuk hitam, embun bulu dan busuk lunak, krop padat, bentuk kubah, mencapai 1,5 kg per krop, panen mulai 45 - 50 HST, potensi hasil  18 - 25 ton /ha.

A. PERSIAPAN LAHAN
Pengolahan lahan dilakukan agar aerasi, drainase tanah baik serta membunuh organisme pengganggu tanaman. Tanah dicangkul dan langsung dibuat bedengan sementara. Di atas bedengan disebar pupuk kandang sebanyak 2 - 4 kg/m², pupuk SP-36 sebanyak 15 g/tanaman  KCL 15 g/tanaman lalu di tutup tanah kembali dan dibuat bedengan dengan ukuran 1 m tinggi 30 cm dan lebar drainase 40 cm. Setelah bedengan rapi, kalau menggunakan mulsa plastik bedengan ditutup dengan mulsa plastik dan dibuat lubang tanam dengan jarak tanam      60 cm x 50 cm.

B. PERSEMAIAAN
Sebelum disemai benih direndam selama 1 jam dengan air hangat untuk mempercepat perkecambahan. Media semai yang digunakan berupa tanah bagian atas pupuk kandang yang halus dan arang sekam dengan perbandinga 1:1:1: Media diisikan pada polybag atau bak khusus untuk persemaian dan media diusahakan lembab, benih yang telah direndam siap untuk disemaikan. Dalam pesemaian bibit siap ditanamkan pada usia  20 – 25 HSS.

C. PENANAMAN
Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari, pada saat tanam bibit dipilih terlebih dahulu yang sehat dan vigor. Jika kondisi panas selama satu minggu penyiraman dilakukan satu atau dua hari sekali. Penyulaman dilakukan jika ada tanaman yang mati atau pertumbuhan yang kurang normal. Jarak tanam yang optimal dalam barisan 40 - 50 cm dan antar barisan 60 - 70 cm.

D. PEMELIHARAAN
Untuk mendapatkan hasil yang optimal kubis perlu diberikan pupuk susulan sesuai dengan kebutuhan dan usia tanaman, jenis pupuk dan dosis yang diberikan pada tanaman kubis adalah :
14 HST  5 gr / tanaman ( NPK )
24 HST  5 gr / tanaman ( NPK )
34 HST  10 gr / tanaman ( 5 gr NPK 5 Gr KCL )
44 HST  10 gr / tanaman  ( 5 gr NPK 5 Gr KCL )
Bisa dilakukan dengan dikocorkan atau ditugal disesuaikan dengan kondisi cuaca.

E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Ulat tanah ( Agrotisipsilon )
Pengendalian dengan cara mekanis agak sulit dilakukan karena hama ini kalau siang hari bersembunyi di dalam tanah. Penyemprotan dilakukan dengan menggunkan insektisida berbahan aktif Beta Siflutrin dosis 1 – 2 ml / liter.

2. Ulat daun (Plutella xylostella dan Crocidolomias)
Pengendalian dengan cara sanitasi lingkungan di sekitar area tanaman, penyemprotan insektisida yang berbahan aktif Emamektin benzoat dengan dosis 0,5 gr/liter atau Spinetoram dengan dosis 0,5 – 1 ml/ liter.

3. Ulat grayak
Pengendalian dengan cara penyemprotan insektisida berbahan aktif Sipermetrin dengan dosis 1 – 2  ml/ liter.

4. Penyakit Akar Gada
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae pada siang hari tampak layu namun untuk pagi dan sore hari tampak segar. Pengendalian penyakit ini bisa menggunakan fungisida berbahan aktif Flusulfamid 200 kg / ha.

F. PEMANENAN
Bunga Kol ini cocok untuk dataran rendah - menengah serta tahan kekeringan. Tanaman mulai dapat di panen pada umur 70 – 85 HST ditandai dengan tanaman sudah padat. Produktifitas dapat mencapai     2 – 3,5 kg per tanaman serta potensi panen 55 ton per hektar. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara dipotong pada pangkal batangnya dan daun paling bawah yang sudah tua dan kering dibuang.

Produk Terkait

Produk Kami