PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

MISANO F1

MISANO F1
Nomor SK Kementan: 633/Kpts/SR.120/5/2008
Rekomendasi Dataran: Rendah - Menengah
Ketahanan Penyakit*: Dm, GSB
Umur Panen (HST)*: 36 - 38
Bobot per Buah (g)*: 300 - 350
Potensi Hasil (ton/ha)*: 60 - 70
PVT: -

*) Ketahanan penyakit, umur panen, bobot dan potensi hasil tergantung pada lingkungan dan perlakuan budidayanya.

mentimun hibrida, cocok untuk dataran rendah sampai menengah, tahan ZYMV, cukup tahan terhadap Geminivirus, embun bulu dan batang berlendir, genjah, bunga betina mulai dari bawah, tipe tanaman cenderung tegak-mudah dalam perawatan, buah besar          20 cm x 4,5 cm ujung tumpul, tanaman dan buah bebas pahit.warna buah hijau sedang-gelap, bisa dipanen kecil untuk lalab. Mulai panen 38 - 40 HST dengan potensi hasil 70 - 80 ton/ha.

A. PERSIAPAN LAHAN
Pengolahan lahan dilakukan tiga sampai empat minggu sebelum tanam yaitu dengan membajak, membalikkan atau mencangkul tanah. Tujuan dari pengolahan lahan yaitu untuk memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasi tanah,  mendekomposisikan gulma, dan mempermudah membentuk bedengan. Satu minggu kemudian dilakukan pembuatan bedengan sementara, yaitu dengan membentuk bedengan berukuran lebar 120 cm, tinggi bedengan 40 cm, lebar parit antar bedengan 50 cm. Di atas bedengan disebar pupuk dasar berupa pupuk kandang 5kg/m,NPK 300kg/ha, SP-36 100kg/ha, KCL 100 kg/ha, dan dolomit 200 kg/ha. Pupuk diaduk dengan tanah secara merata dan bedengan dirapihkan, kemudian bedengan ditutup dengan mulsa plastik. Dua hari sebelum tanam dibuat lubang tanam dengan jarak 50 cm x 60 cm.

B. PENANAMAN
Pembuatan lubang tanam dengan jarak 100 cm x 60 cm atau double bans (dua baris).
Benih ditanam sedalam 1 cm, 1 benih per lubang tanam.
Benih ditutup dengan kompos.
Penyulaman dilakukan secepatnya guna membuat pertumbuhan yang seragam.

C. PEMELIHARAAN
1. Pemupukan
   Pupuk susulan: dalam g/tan
   14 HST = NPK 20 g/tan; KCl 10 g/tan;
   28 HST = NPK 20 g/tan; KCl 10 g/tan; SP-36 10 g/tan;
   35 HST = NPK 10 g/tan; KCl 10 g/tan; SP-36 10 g/tan;
   40 HST = NPK 10 g/tan; KCl 10 g/tan; SP-36 10 g/tan;
   60 HST = KCl 10 g/tan; SP-36 10 g/tan;

2. Pengairan
Usahakan tanah dalam kondisi lembab, lahan yang kekeringan akan menyebabkan tanaman stress dan rasa buah pahit, pengairan yang dilakukan 1 minggu sekali.
3. Perambatan
Lanjaran diupayakan dipasang saat tanaman berumur 2 minggu, selanjutnya disiapkan tali raffia 2 tingkat dengan jarak 30 cm.
4. Penyiangan
Dilakukan untuk menghilangkan gulma.


D. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. Oteng-oteng (Epilachna sp.)
Menyerang dengan cara memakan daun sehingga pertumbuhan terganggu. Biasanya ditandai dengan bekas gigitan yang berbentuk lingkaran.
Pengendalian: penyemprotan dengan insektisida bahan aktif Profenofos dan Metidation.
2. Ulat
Ulat menyerang daun, bunga dan buah, ditandai dengan bekas gigitan dan adanya kotoran. Pengendalian dengan penyemprotan insektisida bahan aktif Siromazin.
3. Trips
Gejalanya: pertumbuhan tanaman terhambat dan berubah bentuk. Perubahan warna pada bunga dan bisa menyebabkan gugur buah.  Bekas pada daun akan berwarna keperakan.
Pengendalian: Menyemprotkan insektisida, seperti bahan aktif Profenofos, Imidakloprid, Abamectin dan Alfa Sipermetrin.
4. Virus Gemini
Gejalanya: dikenal dengan sebutan keriting, yang sering menyerang adalah ZYMV (Zucchini Yellow Mosaic Virus) tanaman yang terserang akan terhambat pertumbuhannya, daun bentol-bentol berwarna hijau tua, ukuran daun mengecil, tanam kerdil, buah berbentuk tidak normal.

E. PEMANENAN
Panen dapat dilakukan pada umur 32 – 35 HSS (Hari Setelah Semai). Untuk mentimun baby dan lalab direkomendasikan panen tiap hari untuk mendapatkan kualitas buah yang optimal.

Produk Kami