PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

HAPSARI

HAPSARI
Nomor SK Kementan: 371/Kpts/SR.120/1/2009
Rekomendasi Dataran: Rendah
Ketahanan Penyakit*: -
Umur Panen (HST)*: 21 - 25
Bobot per Buah (g)*: -
Potensi Hasil (ton/ha)*: 27 - 33
PVT: 00063/PPVT/S/2009

*) Ketahanan penyakit, umur panen, bobot dan potensi hasil tergantung pada lingkungan dan perlakuan budidayanya.

Kangkung darat untuk dataran rendah, vigor tanaman baik, tegak dan tidak menjalar, batang seperti pipa hijau dengan diameter besar, tumbuh seragam dan daun hijau segar, permukaan daun halus, rasa renyah dan tidak liat, 4 - 8 butir per lubang tanam, panen dengan cara dicabut atau dipotong pada umur 25 - 30 HSS, potensi hasil 27 - 30 ton/ha

A. PERSIAPAN LAHAN
1. Lahan dioalah menggunakan cangkul atau traktor.
2. Setelah diolah, lalu dibuat bedengan.
Ukuran bedengan lebar 150 cm, tinggi 20 – 30 cm.
Jarak antar bedengan 40 – 50 cm.
Bedengan digemburkan menggunakan cangkul.

B. PENANAMAN
Benih ditanam 2-3 benih per lubang  tanam.
Setelah penanaman benih disiram untuk mempermudah pertumbuhan.
Kemudian bedengan ditaburi Furadan/Sevin untuk menghindari semut/ ulat tanah.

C. PEMELIHARAAN
Penyiangan dilakukan 1 kali atau tergantung kondisi lahan (pertumbuhan gulma).
Penyiraman secara rutin 1 - 2 kali sehari.
Pengendalian HPT dilakukan bila tanaman terserang hama dan penyakit tanaman.  

D. PEMUPUKAN
1. Cara Tabur
Pemupukan I : umur 10 HST dengan Urea (ditabur) 1kg/guludan (1,5x18 m).
Pemupukan  II : umur 15 HST dengan Urea + Phonska (2:1) (ditabur) 1kg /gulud  untuk guludan 1,5 x 18 m, lalu tanaman disiram.
2. Cara Dikocor
Dosis yang digunakan Urea 500 gr dicampurkan dengan air 50 liter.
Pupuk yang sudah dicampur merata dengan air disiram langsung ke tanaman yang ada di bedengan, Pemupukan dilakukan 2 kali.

E. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
1. HAMA
Hama ulat perusak daun, gejalanya daun yang masih muda dirusaknya dengan cara memakannya.
Pengendalian secara kimia dengan menggunakan  Insektisida berbahan aktif  Profenofos  seperti Curacron  dengan dosis 10 ml/15 liter air.
Pengendalian secara mekanis dengan cara mengumpulkan hama  tersebut dan dimusnahkan.

2. PENYAKIT
A. Penyakit Embun Tepung
Gejalanya pada daun terdapat bercak kuning  dan bertepung. Serangan banyak dijumpai pada saat  musim penghujan/kelembaban tinggi.
Dikendalikan secara kimia dengan menggunakan fungisida seperti Dithane 10-20 gr/15ml air; Antracol dosis 15 gr /15 liter.
Pengendalian secara mekanik dengan cara pembuatan drainase yang baik agar  tanaman tidak terendam air.

B. Penyakit Bercak Daun
Gejalanya daun berwarna kecoklatan sampai kehitaman. Serangan banyak dijumpai saat musim hujan /kelembaban tinggi.
Pengendalian secara kimia dengan menggunakan  fungisida seperti Dithane dosis 10-20gr/15 liter air; Antracol dosis 15 gr / 15 liter.

F. PEMANENAN
Kriteria tanaman siap panen yaitu tanaman telah berumur      20-25 hari  setelah tanam.
Cara melakukan pemanenan yaitu dengan cara dicabut batang dan akarnya.
Perlakuan setelah panen yaitu tanaman diikat, dicuci dan dibersihkan dari   tanah dan daun-daun yang terlihat lebih tua atau yang rusak. Ikatan  kecil 20 batang dan ikatan besar 50 batang.

Produk Terkait

Produk Kami