PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Safe Room

Bahasa id Indonesia

Peresmian Hibar Eco Village, KWT Bina Lestari oleh Managing Director PT East West Seed Indonesia dan Bupati Purwakarta

Jumat, 11 September 2020 00:00
 
Wabah COVID-19 telah mengubah begitu banyak pola kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dicanangkan oleh pemerintah. Kebijakan tersebut turut memberi dampak sosial ekonomi bagi masyarakat, termasuk kebutuhan paling
dasar, yaitu pangan. Masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan gizi, sekaligus sebagai langkah pencegahan penularan COVID-19.
 
Pada tanggal 11 September 2020, telah dilakukan Peresmian Hibar Eco Village di Kampung Malang Nengah, Purwakarta, oleh Bupati Purwakarta Hj. Anne Ratna Mustika, SE, beserta Managing Director EWINDO, Glenn Pardede. Peresmian tersebut ditandai dengan panen jagung ketan bersama. Glenn Pardede menuturkan, “Tujuan dari didirikannya demplot-demplot yang berada di pekarangan rumah warga ini diperuntukan sebagai wadah transfer pengetahuan, khususnya terkait praktek budidaya sayuran yang baik di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan lahan seadanya.”Kegiatan urban farming ini juga menunjukkan betapa penting peran wanita dalam budidaya sayuran, dan lebih lanjut, untuk mempromosikan pentingnya mengkonsumsi sayuran dimana seorang ibu rumah tangga menjadi penentu apa yang akan dikonsumsi oleh keluarganya. 
 
Pada awalnya, demplot inidikelola oleh 30 ibu rumah tangga dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Lestari di rumah mereka masing-masing. Namun hingga saat ini, pesertanya kian bertambah hingga mencapai 70 orang. Ketua Kelompok KWT Bina Lestari, Eni Lestiorini menerangkan, “Kami mendapat dukungan dari Cap Panah Merah sejak tahun 2018 lalu. Memasuki tahun 2020, jumlah pesertanya semakin meningkat dan berkembang menjadi gerakan satu kampung. Saat ini, sebanyak 70 orang ibu-ibu rumah tangga terlibat mengelola demplot di Kampung Malang Nengah. Menariknya, ketika memasuki wabah COVID-19,
demplot ini bahkan mampu menyuplai kebutuhan sayuran di dua RW (Rukun Warga) selama masa PSBB.”