PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

Peluncuran Bank Genetik Sayuran kerjasama EWINDO dan UGM

Senin, 27 Agustus 2018 00:00
Yogyakarta, 24 Agustus 2018 EWINDO dan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada hari ini meresmikan operasional Bank Genetik atau Bank Plasma Nutfah  tanaman hortikultura khususnya sayuran yang pertama berlokasi di Komplek Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT), UGM Yogyakarta. Peresmian ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat drg. Ika Dewi Ana M.Kes, Ph.D, Managing Director EWINDO Glenn Pardede, Sales and Marketing Director EWINDO  Afrizal Gindow, R&D Director EWINDO Asep Harpenas, serta pakar pemuliaan tanaman dari Belanda dan pendiri East-West Seed, Simon Groot.
 
”Adalah kebanggaan yang luar biasa UGM dapat berkolaborasi dengan EWINDO untuk mendirikan Bank Genetik Sayuran bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73, sebagai bukti komitmen kami untuk melestarikan sumber daya genetik sayuran untuk kepentingan bangsa, baik itu konservasi, riset penelitian, kepentingan dunia pendidikan dan usaha, serta masyarakat lainnya,” ujar Rektor UGM                  Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. 
 
Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh pimpinan EWINDO, “Kami bangga dapat bekerjasama dengan UGM membantu dalam membangun infrastruktur dan mengoperasikan Bank Plasma Nutfah khusus tanaman sayuran pertama di Indonesia ini. Bank Genetik Sayuran ini merupakan public private partnership sebagai hadiah untuk ulang tahun RI ke-73. Selain untuk mengkonservasi, diharapkan fasilitas ini dapat dikembangkan untuk kepentingan pertanian yang lebih luas untuk membantu petani dan juga peneliti dalam menemukan benih unggul berkualitas,” kata Managing Director EWINDO Glenn Pardede.
 
Bank Plasma Nutfah ini memanfaatkan bangunan PIAT yang sudah ada, yang dialihfungsikan menjadi  seed storage (8x12m2), termasuk fasilitas untuk admin dan web; laboratorium untuk uji benih  (3x6m2), serta pendirian 3 unit  Screen House baru berukuran masing-masing 15x18m2 dengan memiliki koleksi SDG tanaman sayuran berupa cabai sebanyak 62 aksesi, tomat 12 aksesi, terong 16 aksesi, kacang panjang 30 aksesi, mentimun 25 aksesi, melon dan mentimun suri 27 aksesi, buncis 21 aksesi, serta jagung manis dan pulut 9 aksesi. Sumber plasma nutfah tersebut diantaranya adalah hibah/sumbangan dari koleksi yang dimiliki oleh EWINDO. Banyak aksesi sayuran lokal yang masih dalam taraf ‘refresh’ dan perbanyakan di lahan EWINDO yang menunggu kesiapan untuk ditransfer ke Bank Genetik ini. Ke depannya EWINDO bekerja sama dengan UGM akan berupaya membawa kembali SDG tanaman sayuran yang ada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia. Bank Plasma Nutfah ini hadir memberikan solusi untuk pelestarian dari kekayaan SDG tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya inovasi dan penemuan varietas-varietas unggul baru tanaman hortikultura. Diharapkan fasilitas ini dapat mengakselerasi kemajuan industri hortikultura nasional khususnya dalam penemuan varietas-varietas unggul baru sehingga produk hortikultura Indonesia dapat lebih bersaing di dunia internasional.
 
“Kami optimistis dengan adanya fasilitas ini dan sumber daya manusia yang unggul akan mampu mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penemuan varietas-varietas unggul baru yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tutup Glenn Pardede.