PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

Florikultur Indonesia 2017

Senin, 14 Agustus 2017 00:00
Tidak bisa dipungkiri, Indonesia sebagai negara agrikultura memang banyak menyimpan potensi bisnis yang besar. Namun tidak banyak yang sadar dengan potensi bisnis yang dimiliki oleh florikultura. Berkat alasan tersebutlah Kemenko bersama IPB Bogor mengadakan acara Florikultura Indonesia dengan mengambil tema “Kebangkitan Florikultura Indonesia”
 
Bila ditilik dari kacamata bisnis, nilai konsumsi florikultura dunia saat ini mencapai 120 milyar Euro dimana 43% pasar terbesarnya berada di Belanda dan diikuti oleh negara-negara tropis seperti Kolombia, Kenya dan Malaysia. Indonesia saat ini hanya meraih 20 juta $ US untuk nilai ekspor sedangkan impornya US $ 12 juta. Ini membuktikan bahwa potensi memang nyata bisa ditingkatkan dan apabila serius potensi bisnis florikultura bisa menjangkau ekonomi kelas menengah di Indonesia dengan jumlah penduduk 261 juta jiwa (World Bank 2016)
 
Pada Senin, 24 Juli 2017, di Graha Sawala Kemenko Bidang Perekonomian – Gedung Ali Wardhana Jakarta “Kebangkitan Florikultura Indonesia” resmi dicanangkan tiap tahunnya oleh Bapak Mentri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Berbagai rangkaian acara seperti Seminar, Bursa, Pameran, lomba dan pawai mobil hias menunjukkan Indonesia bisa bersaing dan tidak kalah dengan produk florikultura global.
 
Di dalam seminar Florikultura Indonesia, Glenn Pardede selaku Ketua Umum ASBINDO (Asosiasi Bunga Indonesia) dan Managing Director PT. East West Seed Indonesia mengatakan, “Florikultura Indonesia memiliki potensi besar dan sangat menjanjikan bila didukung dengan regulasi, penguatan kelembagaan, inovasi dan teknologi” kata Glenn. PT. EAST WEST SEED Indonesia selama ini selalu berinovasi dan menciptakan teknologi guna memajukan florikultura Indonesia khususnya saat ini masyarakat perkotaan bisa dengan mudah memperoleh kemasan Personal Pouch berbagai macam tanaman bunga di beberapa modern retail (Superindo, Ace Hardware, Alfamidi dan Toko Trubus). “Bila pasar terlihat besar, maka akan ada animo produksi yang meningkat dan hal tersebut bisa melancarkan bisnis florikultura dari hulu (petani produksi) ke hilir (konsumen),” tutup Glenn.