Warning: imagejpeg(): Unable to open '/var/www/webpanahmerah/image/cache/data/news/IMG_9635-530x327.jpg' for writing: Permission denied in /var/www/webpanahmerah/system/library/image.php on line 45 Ewindo dan Yayasan Bina Tani Sejahtera Gelar Ekspo Teknologi Sayuran

PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

Ewindo dan Yayasan Bina Tani Sejahtera Gelar Ekspo Teknologi Sayuran

Selasa, 23 Juni 2015 00:00

Kupang, 23 Juni 2015 - PT East West Seed Indonesia (Ewindo), produsen benih sayuran tropis hibrida CAP PANAH MERAH bersama dengan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) pada hari ini menggelar ekspo yang mengambil tema “Gelar Teknologi Sayuran dan Ketangguhan Petani” di Desa Ponain, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Acara ini melibatkan anggota kelompok tani Orunat dari Desa Ponain dan dihadiri Kadis Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur Ir Yohanes Tay MM, Sekda Kabupaten Kupang Drs. Hendrik Paut, Sales & Marketing Director EWINDO Afrizal Gindow dan Ketua YBTS Edwin Saragih.

“Kami bersama Yayasan Bina Tani Sejahtera optimistis petani NTT akan menjadi petani sayuran yang tangguh dan adaptif terhadap kondisi iklim yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Afrizal Gindow, Sales & Marketing Director PT East West Seed Indonesia.

Menurut Ketua YBTS Edwin Saragih, rangkaian kegiatan yang diikuti oleh sekitar 200 petani dari Desa Ponain, Desa Kotabes, Desa Tubuhue dan Nobi-nobi serta petani dari Kupang Barat ini bertujuan untuk memperkuat penghidupan dan mencetak petani yang tangguh serta meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya petani dalam meminimalisir risiko bencana iklim.  Pendekatan terpadu untuk peningkatan penghidupan (livelihood) dan ketangguhan petani ini merupakan kerja bersama antara YBTS yang didukung oleh Cordaid Belanda yang tergabung dalam aliansi global Partner for Resilience yang didanai oleh Pemerintah Belanda.  Proyek peningkatan penghidupan dan ketangguhan ini dimulai awal tahun 2014 di tiga desa yakni Desa Ponain dan Kotabes (Kabupaten Kupang) dan Desa Tubuhue (Kabupaten Timor Tengah Selatan), serta sudah memberikan dampak positif bagi desa-desa sekitarnya.  Proyek ini menyasar lebih 400 kepala keluarga agar lebih sejahtera dan lebih tangguh dalam menghadapi khususnya ancaman kekeringan di desa mereka.

Lebih jauh Edwin menjelaskan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut telah dan akan dilaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya adalah transfer pengetahuan tentang cara bertanam yang baik kepada kelompok-kelompok tani melalui serangkaian pelatihan dan demo-plot. Selain itu juga dilakukan upaya perlindungan dan konservasi sumber mata air, konstruksi sarana air untuk irigasi lahan pertanian, peningkatan akses petani terhadap data/informasi iklim, peningkatan pendapatan petani termasuk pendampingan pengolahan dan pengemasan produk pertanian serta membuka akses pasar.