PANAH MERAH

Sahabat Petani Yang Paling Baik

Bahasa id Indonesia

Cucumber Mosaic Virus (CMV)

Cucumber Mosaic Virus (CMV)
Jumat, 08 Januari 2016 00:00
Saat pertumbuhan tanaman terlihat bagus di musim kemarau, anda mungkin harus tetap waspada terhadap ancaman hama dan penyakit. Dalam hal tanaman tomat, cabai atau timun-timunan, berpotensi terjangkiti virus CMV (Cucumber Mosaic Virus). Perlu diketahui bahwa, virus ini sangat umum dijumpai dan gejala-gejala yang timbul pada tanaman akan sangat beragam. Pada umumnya, virus ini biasa disebarkan oleh kutu daun (Aphid) yang menghinggapi banyak tanaman.
 
Untuk gejala dari CMV ini dimulai dari bercak kuning pada daun. Lalu, lembaran daun akan menyempit (shoe string). Buah yang terinfeksi virus CMV akan berbentuk tidak rata, abnormal dan kadang muncul bercak cokelat seperti  cincin atau huruf C. Anda bisa mengidentifikasi tanaman yang terjangkiti virus ini dengan tes ELISA (Enzim-Linked Immunosorbent Assay) di Laboratorium.  Virus ini bersifat terbawa benih.
 
 
Anda bisa mengendalikan CMV ini dimulai dengan monitoring dan sanitasi terhadap gulma. Untuk jarak tanam, anda bisa atur agar jarak antar tanaman tidak terlalu sempit. Bila memang ada tanaman yang sudah terjangkiti, anda bisa musnahkan segera tanaman yang terinfeksi. Biasakan cucilah tangan sesudah memegang atau menyentuh tanaman yang sakit. Untuk pengendalian hama pembawa CMV, anda bisa gunakan insektisida berbahan aktif seperti Abamektin, Deltametrin, dan Alfa  Sipermetrin.  Penggunaan varietas tanaman yang sudah tahan dengan virus CMV bisa anda lakukan. Pencucian dengan Tri Sodium Phosphat (Na 3 PO4) 10% (100 gr/liter air) selama setengah atau satu jam bisa sebagai perlakuan pencegahan awal pada benih sebelum disemai.